Jumat, 28 Juni 2013

10 Pemain Ikon Sepakbola Indonesia

10 Pemain Ikon Sepakbola Indonesia 

1.Ramang 

 Sosok penyerang mungil ini disebut FIFA sebagai orang Indonesia yang menginspirasi kesuksesan tahun 1950-an. Tertulis di situs resmi badan sepakbola dunia tersebut, Ramang dianggap pemain yang mengantar sukses timnas Indonesia di level internasional, dengan membawa Merah Putih menahan imbang Uni Soviet di ajang Olimpiade Melbourne 1958, yang kala itu diperkuat penjaga gawang terbaik dunia, Lev Yashin. Tak sampai di situ, saat memulai debut pada 1952, sosok yang meninggal pada 26 September 1987 ini sempat mengemas 19 gol hanya dari enam laga. 

 

 2.Sucipto Suntoro 

Sucipto Suntoro alias Si Gareng, pernah begitu ditakuti di kawasan Asia. Namanya mulai mencuat ketika ia memperkuat Persija yang berujicoba ke Eropa pada usia 16 tahun, dan mengikuti Pelatnas PSSI untuk menghadapi Piala Yunior Asia 1959. Berpengalaman melawan lawan-lawan dari Eropa, Gareng sempat ditawari bergabung dengan juara Bundesliga Jerman Werder Bremen pada 1965, setelah sebelumnya memberi impresi dalam kekalahan 6-5 di laga uji coba. Prestasi paling mentereng dari Gareng adalah ketika membawa Indonesia menjadi juara ketiga Piala Yunior Asia 1959, dengan mencatatakan diri sebagai top skor berkat torehan 14 gol, serta terpilih sebagai pemain All-Star Asia musim 1967/68. 

 

3.Ronny Pattinasarani

 Ronny Pattinasarani merupakan salah satu pemain sepakbola kenamaan Indonesia. Berkarier di akhir 60-an hingga 80-an awal, pria yang lahir di Makassar tersebut menjadi salah satu sosok yang disegani. Memulai karier di PSM Makssar pada 1968, pria yang berposisi sebagai playmaker tersebut lantas berkembang menjadi pemain papan atas. Berbagai penghargaan pernah ia raih seperti terpilih sebagai All-Star Asia 1982, Olahragawan Terbaik Nasional 1976 dan 1981, Pemain Terbaik Galatama 1979 dan 1980, serta meraih Medali Perak SEA Games 1979 dan 1981. 

 

 4.Yudo Hadianto

Sosoknya dianggap sebagai penjaga gawang terbaik di kawasan Asia. Berkat ketenangan dan ketangkasannya di bawah mistar, tim Merah Putih yang ia huni pernah disegani di era 1960 hingga 1970-an. Pria kelahiran Solo, 71 tahun silam ini juga sempat menahan beberapa serbuan dari klub luar negeri, seperti Leeds United, Benfica dan Dynamo Moskwa dalam sebuah partai persahabatan.

 

5.Richi Yacobi 

 Ricky Yacobi adalah mantan pesepakbola nasional. Lahir di Medan pada 1963, ia biasa memainkan peran sebagai seorang striker, dan sempat menjadi bintang di era 1980-an. Disamakan dengan legenda Jerman Paul Breitner, Ricky lama bermain untuk Arseto Solo, BPD Jateng dan PSIS Semarang, namun di suatu kesempatan pada 1988, ia pernah bermain di klub luar negeri, tepatnya Jepang, dengan membela FC Matsushita, atau yang kini lebih dikenal dengan nama Gamba Osaka. Di timnas sendiri, ia mencatatkan namanya dengan menjadi kapten untuk gelaran Asian Games 1986, yang di mana Indonesia menempati posisi runner-up Grup C, namun kemudian kandas di semi-final kala jumpa Korea Selatan. 

 

6.Ansyari Lubis 

 Ansyari Lubis, atau yang akrab disapa Uwak, adalah mantan pemain sepakbola nasional. Mengawali karier di PSKTS Tebing Tinggi pada 1989, sosok berpostur 160 cm tersebut langsung mencuri perhatian Medan Jaya di tahun yang sama. Dari sana ia kemudian hijrah ke klub Pelita Jaya pada 1993, dengan disertai status pemain termahal, lantaran ditebus senilai Rp25 juta -- kala itu. Berkat kecemerlangannya di klub, ia pun dipanggil masuk timnas, dan berkarier dari 1995 hingga terakhir ikut membela Merah Putih di ajang kualifikasi Piala Dunia 1998. Setelah sekian lama bermain, mantan pemain PSDS Deliserdang itu resmi mengundurkan diri pada 2011 bersama Pro Titan. 

 

 7.Widodo C Putro

 Era 1990-an menjadi panggung bagi Widodo C. Putro. Selain menjadi legenda di Petrokimia Putra, ia pun layak disebut sebagai legenda bagi tim nasional Indonesia. Suatu ketika, pria yang pernah membesut timnas U-23 tersebut melesakkan gol salto, yang dianggap sebagai yang terbaik, saat jumpa Kuwait di Piala Asia 1996. Berposisi sebagai penyerang, Widodo telah mengoleksi 55 caps untuk timnas senior, dengan mencatat 15 gol. Selain itu, ia juga pernah dinobatkan sebagai pemain terbaik Liga Indonesia 1994/95, yang seolah menjadi bukti kebesaran namanya. 

 

8.Kurniawan D Yulianto

Kurniawan atau Si Kurus, adalah striker tajam yang pernah mengenakan seragam Merah Putih. 31 gol dari 60 laga menjadi bukti keganasannya ketika membela timnas Senior dari 1995 hingga 2006. Saat masih muda, pria kelahiran Magelang itu sempat mengasah kemampuan di luar negeri, dengan membela FC Luzern di Swiss, setelah sebelumnya menimba ilmu di proyek Primavera. 

 

 9.Bambang Pamungkas

Siapa yang tak kenal Bambang Pamungkas atau Bepe? Meski kini telah menyatakan undur diri dari panggung internasional, sosoknya layak disebut sebagai salah satu pemain terbaik di generasinya. Berposisi sebagai striker, legenda Persija Jakarta berusia 32 tahun itu juga merupakan top skor untuk tim Merah Putih, dengan menggelontorkan 37 gol dari 85 laga. Selama berkarier, Bepe juga sempat merasakan manisnya gelar juara Liga Indonesia 2001, dan treble bersama klub Malaysia, Selangor FA pada 2005. 

 

 10.Boaz Saloza

Boaz memperkenalkan diri di panggung sepakbola nasional pada usia muda, dengan membela Persipura Jayapura dari 2004 hingga kini. Mengawali karier timnas dengan membela Merah Putih di ajang kualifikasi Piala Dunia 2006 saat jumpa Turkmenistan di medio 2004, Boci, panggilan akrabnya, turut menjadi bintang di ajang Piala AFF 2004.

Pria berusia 27 tahun yang baru saja menjadi sarjana itu juga merupakan striker tajam ketika tampil membela klubnya, tim Mutiara Hitam. Tengok saja gelar top skor musim 2008/09 dan 2010/11 yang pernah ia rasakan, yang di mana hal itu menjadi bukti sahih ketajamannya di atas lapangan. 

 

Catatan : Ini Versi Menurut Saya ;) Mohon Maaf Bila Ada Yang Salah .. !! 

Saya Juga Minta Masukan Dari Anda Urutan Yang Benar dan Siapa Saja Pemain nya !! 

#Terimakasih


#Salam Bepelovers20 || @ery_bepe20

Bambang Pamungkas Dukung Pemain PSMS Medan

 Bambang Pamungkas

11 Pemain PSMS Medan Dapat Dukungan Bambang Pamungkas Cs



Para pesepak bola profesional Indonesia memberikan dukungan penuh kepada 11 pemain PSMS Medan (baca: kisah pemain PSMS Medan) yang sedang memperjuangkan hak 10 bulan gaji yang tertunggak.
Pada Rabu (19/6) para pemain PSMS Medan kembali melakukan aksi damai di kantor PSSI. Mereka membentangkan spanduk dan poster-poster bertemakan tuntutan dan kekecewaan.
Ini adalah hari ketiga setelah sebelumnya mereka juga melakukan aksi sama di kantor PSSI, Senayan, Jakarta. Pemain Senior Indonesia Bambang Pamungkas dan Leo Saputra menyambangi para pemain PSMS di kantor PSSI.
Bepe mencoba menyemangati Irwin Ramadhan dan kawan-kawan yang sudah lebih dari satu pekan berada di Jakarta. "Saya mendukung perjuangan teman-teman PSMS Medan menuntut hak mereka. Karena itu yang memang harus dilakukan," kata Bepe.
Sedangkan Leo Saputra berharap semangat pemain PSMS tidak kendor untuk terus memperjuangkan hak. "Mereka tidak sendirian," ujar Leo.
Sedangkan beberapa pemain Senior lainnya yang tergabung dalam Jakarta All Star dalam laga eksebisi melawan timnas U-23 di Senayan, Jakarta, Rabu (19/6) juga memberikan dukungan.
Sejumlah pemain seperti Kurniawan, Nur Alim, Isnan Ali, Aliyudin dan Budi Sudarsono berfoto bersama sambil mengusung sebuah kertas putih dengan tulisan 'Kami Dukung Aksi 11 Pemain PSMS'.

#Salam Bepelovers 20 || @ery_bepe20

Bambang Pamungkas : Jangan Remehkan Anak Jalanan


Bambang Pamungkas: Jangan Anggap Remeh Anak Jalanan


Mantan pemain Timnas Indonesia, Bambang Pamungkas, menilai bahwa semua anak Indonesia punya kesempatan yang sama mewujudkan mimpi membela panji-panji timnas.

“Termasuk anak jalanan yang selama ini dipandang sebelah mata. Anak jalanan fenomena unik, tetapi mereka ada di sekitar kita,” kata Bambang Pamungkas dalam video rekaman peluncuran Garuda Baru, Street Child World Cup (SCWC) di Grand Indonesia, Jakarta, Kamis (27/6/2013).

Indonesia rencananya akan berpartisipasi pada ajang Street Child World Cup (SCWC) atau ajang sepak bola Piala Dunia antar anak jalanan. SCWC akan dilangsungkan pada akhir bulan Maret hingga April tahun depan. Penyelenggaraan digelar sebelum berlangsungnya Piala Dunia 2014 di Brasil.

“Semoga anak-anak yakin akan masa depan. Meraih sukses diharuskan mengeluarkan kemampuan 100 persen. Adik-adik akan menggantikan saya bermain membawa nama Indonesia,” tuturnya.

#Salam Bepelovers20 || @ery_bepe20B

Bambang Pamungkas Vs Darius Sinathrya

 Bambang Pamungkas Vs  Darius Sinathrya

50 Hal Yang Membuat Bambang Pamungkas dan Darius Sinathrya Berselisih


Pilih salah satu atau tidak dua-duanya, kalau tidak dua-duanya sebut penggantinya.


Rahmad Darmawan atau Alfred Riedl?
Bambang Pamungkas: Ivan Kolev
Darius Sinathrya: Tito Vilanova
Ponaryo Astaman atau Firman Utina?
Bepe: Ahmad Bustomi
Darius: Bustomi
Satu kalimat untuk tim nasional?
Bepe: Sakral
Darius: Merah Putih
Dua kata untuk PSSI?
Bepe: Amburadul dan amburadul
Darius: Politik dan Mafia
Djohar Arifin atau La Nyalla?
Bepe: Tidak dua-duanya.
Darius: Bambang Pamungkas
Yang pertama terpikir soal Boaz Solossa?
Bepe: Kualitas dan Kontroversi
Darius: Jago
Satu kata untuk naturalisasi?
Bepe: Pembinaan Usia Dini
Darius: Hanya untuk saat ini
Bambang Nurdiansyah atau Ronny Pattinasarany?
Bepe: Soecipto Soentoro
Darius: Ronny Patti
Timnas Piala Asia 2007 atau Timnas Piala AFF 2010?
Bepe: Piala Asia 2007
Darius: 2007
Satu kalimat untuk suporter Indonesia?
Bepe: Militan
Darius: Menggelora
Andik Vermansyah atau Syamsir Alam?
Bepe: Syamsir Alam
Darius: Andik
Real Madrid atau Barcelona?
Bepe: Barcelona
Darius: Barcelona
Manchester United atau Liverpool?
Bepe: Newcastle United
Darius: Liverpool
Tiga kata untuk Lionel Messi?
Bepe: Super
Darius: Hadiah dari Tuhan
Tiga kata untuk Cristiano Ronaldo?
Bepe: Power
Darius: Kaca mana kaca?
Juventus atau AC Milan?
Bepe: Inter Milan
Darius: Lazio
Aktor atau Atlet:
Bepe: Atlet
Darius: Aktor ber-atlet atau atlet ber-aktor?
Bulu Tangkis atau Tenis?
Bepe: Basket
Darius: Bulu-bulu
Yayuk Basuki atas Susy Susanti
Bepe: Susy Susanti
Darius: Mereka berdua satu dari banyak bukti Indonesia bisa mendunia
Perempuan cantik atau perempuan pintar?
Bepe: Pintar
Darius: Pintar dan cantik
Margareth Thatcher atau Aung San Suu Kyi?
Bepe: Aung San Suu Kyi
Darius: Aung San Suu kyi
Gus Dur atau Amin Rais?
Bepe: Gus Dur
Darius: Gus Dur
Yang ingin ditanyakan jika bertemu proklamator Soekarno?
Bepe: Bagaimana cerita supersemar yang sebenarnya.
Darius: Boleh foto bareng?
Soeharto atau SBY?
Bepe: Soekarno..
Darius: Bunuh aja gw….
Partai Damokrat atau Golkar?
Bepe: Ngga suka politik
Darius: Perusak bangsa
Cold Play atau Maroon 5?
Bepe: Cold Play
Darius: Ax7
Noah atau Nidji?
Bepe: GIGI
Darius: Naif
Rock atau Rap?
Bepe: Rap
Darius: Rock
Dangdut atau Keroncong?
Bepe: Keroncong
Darius: -
Film action atau film drama?
Bepe: Drama
Darius: Action
Gudeg atau Sayur Asem?
Bepe: Gudeg
Darius: Sayur asem, ikan asin sambel, nasi panas….
Tempe atau Tahu?
Bepe: Tahu petis salatiga
Darius: Tempe
Satu kata untuk makanan pedas?
Bepe: Sikat!
Darius: Hajar!
Angelina Jolie atau Liv Tyler?
Bepe: Angelina Jolie
Darius: Liv Tyler donk!!
Luna Maya atau Julia Perez?
Bepe: Dian Sastro
Darius: Soimah!
Kopi atau Teh?
Bepe: Teh
Darius: Teh
Wisky atau Vodka?
Bepe: Wine
Darius: -
Pantai atau Pegunungan?
Bepe: Pantai
Darius: Pantai di kaki pegunungan
Bali atau Yogyakarta?
Bepe: Jogja
Darius: Dari Jogja ke Bali
Selingkuh atau poligami?
Bepe: Keluarga sakinah mawadah marahmah
Darius: Laki-laki harus jujur, apa adanya
Yang paling disuka dari pasangan?
Bepe: Baik hati.
Darius: Paling ngerti gw
Yang paling tidak disuka dari pasangan?
Bepe: Saat suasana hatinya sedang tidak baik.
Darius: Kalo lagi ngga ngertiin gw.
Yang paling sering diucapkan kepada pasangan?
Bepe: I love u
Darius: I love u baby
Ucapan yang tidak pernah lupa dari orang tua?
Bepe: Jangan pernah berniat untuk mencelakakan orang lain, niscaya orang lain tidak akan pernah berniat mencelakakanmu”.
Darius: -
Guru paling disuka semasa sekolah?
Bepe: Semua guru sejarah
Darius: guru yang jarang masuk
Sahabat masa kecil yang masih berhubungan?
Bepe: Sugeng
Darius: Vigor
Mantan pacar yang masih berteman?
Bepe: Tribuana Tungga Dewi. Mantan pacar yang sekarang jadi istri hehehe
Darius: Perlu disebutin satu-satu?
Satu impian yang belum tercapai?
Bepe: Berpartisipasi dalam event Piala Dunia, entah sebagai apapun.
Darius: Tandem sama Bepe di timnas, satu panggung sama Iwan Fals.
Satu kalimat soal Darius?
Bepe: Handal
Satu kalimat Soal Bepe?
Darius: Legend


Salam Bepelovers20 || @ery_bepe20

Chris John Vs Bambang Pamungkas

                                           Chris John


Menjadi seorang petinju ternyata tidak melulu menakutkan. Itulah yang dibuktikan oleh Chris John di ajang Indonesia Kids Choice Awards 2013.
 Namanya terpilih jadi atlet terfavorit berdasarkan polling yang disebar ke penonton.
Meski olahraga yang ditekuninya adalah jenis olahraga berat yang mengandung kekerasan,
 namun wajahnya yang ramah membuat anak-anak tidak merasa takut kepada petinju yang sudah berkali-kali memenangkan pertandingan kelas dunia tersebut.


 "Terima kasih kepada adik-adik yang sudah memilih kakak. Jangan lupa belajar dan terus berdoa ya," ujar Chris John yang hadir di panggung IKCA 2013 bersama putrinya.
Berhasil mengalahkan Bambang Pamungkas yang juga cukup populer tentu membanggakan bagi Chris John. Meski terpilih jadi pemenang, Chris cukup beruntung karena tidak mendapatkan siraman slime di panggung.

" BAMBANG PAMUNGKAS STILL A LEGEND "
Salam Bepelovers20 || @ery_bepe20

Wujud Cinta Bepe Kepada Persija

BAMBANG PAMUNGKAS 2O STILL A LEGEND




Tak mudah bagi Bambang Pamungkas melepaskan kostum Persija Jakarta dan menggantikannya dengan yang lain. Bepe, sapaan akrabnya, memutuskan beristirahat sejenak dari sepak bola Indonesia setelah tak lagi menjadi bagian skuat Macan Kemayoran.

12 tahun kebersamaan Bepe dan Persija harus berakhir pada pekan ini. Pemain bernomor punggung 20 tersebut tak juga tercantum dalam daftar pemain Persija hingga batas akhir registrasi pemain kub-klub Liga Super Indonesia musim ini pada Jumat (18/1).

Bepe dan manajemen tak menemui kesepakatan mengenai penandatanganan kontrak baru. Bagi Bepe, Persija telah menjadi sebagian hidupnya. Tak mudah untuknya melupakan semua kenangan yang telah dilaluinya.

Melalui siaran program Jakarta Football Community yang digagas salah satu radio Indonesia, Sabtu (19/1) malam WIB, Bepe menyampaikan segala keluh kesahnya. Bepe mengungkapkan, 12 tahun bersama Persija bukanlah waktu singkat. Berbagai hal telah dialaminya, baik itu baik dan buruk.

"Bersama Persija, saya pernah mengalami patah kaki, menjadi juara, pemain terbaik. Butuh waktu untuk mengesampingkan semua itu," ucap Bepe.

Saking cintanya kepada Persija, pria kelahiran Semarang ini memutuskan untuk tidak dulu memperkuat klub lain dalam beberapa waktu kedepan. Terasa berat baginya jika harus bermain sebagai pemain lawan Persija.

"Di putaran pertama, saya akan istirahat dulu dari sepak bola Indonesia. Terlalu berat setelah 12 tahun bersama Persija kemudian harus tampil sebagai lawan menghadapi Persija," lanjut Bepe.

Meski begitu, Bepe mengatakan bahwa ini bukanlah perpisahan selamanya dengan Persija dan para The Jakmania. Bepe tetap membuka pintu lebar-lebar bagi Persija untuk kembali merekrutnya.

"Bagi saya Persija adalah segalanya. Kapanpun manajemen membutuhkan saya, saya siap. Manajemen tahu bagaimana harus menghubungi saya," kata Bepe.

Ketua Umum Persija Jakarta, Ferry Paulus membenarkan Bepe sudah tak lagi bersama Persija. Ferry mengatakan, manajemen sudah berupaya mempertahankan Bepe dengan mengajukan kontrak baru, namun Bepe tak juga memberikan jawaban sehingga tidak terjalin kesepakatan. Dikatakan Ferry, manajemen terus menunggu hinga batas terakhir pendaftaran pemain LSI. Karena Bepe tak memberikan jawaban, Persija akhirnya pun tidak mendaftarkan Bepe sebagai pemain.

"Tidak ada jawaban dari yang bersangkutan setelah manajemen beberapa kali mencoba menghubungi. Bukan hanya tidak mengangkat telepon, pesan BBM (Blackberry Messenger) pun tidak dibalasnya," kata Ferry saat ditemui wartawan di Jakarta, Sabtu petang (19/1).

#salam Bepe Lovers 20 || @ery_bepe20

SMA NEGRI 1 SALATIGA

 

Bambang Pamungkas Penyerang di Timnas paling senior (Alumni SMA Negeri 1 Salatiga)

 
Bambang Pamungkas atau akrab disapa Bepe lahir di Getas, Kabupaten Semarang pada 10 Juni 1980. Getas adalah sebuah desa di wilayah Tengaran, sekitar 20 menit dari Salatiga. Masa remaja Bambang Pamungkas dari TK dan SD ada di Getas. Lulus SD, Bambang Pamungkas baru hijrah ke Salatiga. Tepatnya di SMP Negeri 1 Salatiga (1992-1995) dan di SMU Negeri 1 Salatiga (1996-1999). Kebetulan kami satu SMU. Tapi saya lulus ketika Bambang Pamungkas baru masuk ke SMU yang berdampingan dengan UKSW (Universitas Kristen Satya Wacana). 

Sejak kecil Bambang Pamungkas sudah akrab dengan sepakbola. Ayah dan kakak-kakaknya adalah pemain sepak bola. Dalam interview pada 21 November 2010 dengan Daniel Oktav di website Syair Untuk Sahabat Foundation, Bambang bercerita, ”Dahulu saya bersekolah di Salatiga yang jaraknya 20 menit dari kampung saya di Getas, sedangkan SSB (Sekolah Sepakbola) saya berada di Ungaran yang 1  jam dari Salatiga. Jadi biasanya di hari latihan, saya berangkat sekolah jam 5:30 pagi, sekalian membawa pakaian untuk berlatih di sore hari. Sehingga setelah pulang sekolah, saya dapat langsung berangkat ke Ungaran untuk berlatih, tanpa harus pulang ke rumah lagi (Hal itu untuk mempersingkat waktu dan juga biaya tentunya). Saya baru akan sampai di rumah  kembali biasanya jam 8 malam. Itu saya lakukan 3 kali dalam seminggu, saat saya duduk di kelas 1 SMP sampai kelas 3 SMP.”
Bambang anak ke-5 dari 7 bersaudara. Putra pasangan Misranto dan Suriptinah ini memiliki satu adik perempuan, Dyah Ernawati. Tiga kakak Laki-laki, Agus Handoko Misranto, Agus Budhi Suseno, dan Tri Agus Prasetijo. Serta 2 kakak perempuan, Eni Kusumawati dan Nanik Setyowati. ”Kalau ada kesempatan bertanding di daerah Jawa Tengah saya selalu menyempatkan pulang ke rumah di Getas,” kata Bambang ketika kami akhirnya bertemu untuk pertama kali pada 5 Januari 2011 di Rolling Stone Cafe. 
Suami dari Tribuana Tungga Dewi, serta ayah dari tiga putri cantik Salsa Alicia, Jane Abel, serta Syaura Abana  ini pernah mencoba kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Rawamangun. ”Hanya bertahan 2 semester,” katanya sambil tertawa. Dalam pertemuan kami istrinya selalu ikut menyertai, ”Dia asli Semarang,” ujar Bambang tentang istrinya pambil melirik dengan sayang.
Dalam pertemuan pertama kami itu Bambang Pamungkas banyak memberikan analisa yang sangat baik tentang masa depan sebagai pemain Sepakbola, PSSI, juga tentang Liga Primer Indonesia yang digagas pengusaha Arifin Panigoro. ”LPI (Liga Primer Indonesia) digelar ketika musim kompetisi LSI (Liga Super Indonesia) sudah berlangsung ½ jalan. Saya pribadi sangat mendukung apa yang dilakukan oleh LPI. Tapi idealnya LPI tetap berada dibawah PSSI yang di akui FIFA. Saya melihat LPI ini dibuat oleh individu. Sementara LSI dibawah kendali PSSI, organisasi yang dilindungi negara” ujar Bambang yang berhasil mencetak 19 gol saat laga Indonesia Super League 2008 (ISL) yang dikelola oleh PT Liga Indonesia, 14 gol di ISL 2009, serta 5 gol di laga ISL 2010 yang saat ini masih berlangsung.
Media Twitter membuat saya mengenal Bambang Pamungkas. Walau kami sama-sama dari Salatiga, satu alumni SMU di SMA 1 Salatiga, namun kami belum pernah bertemu. Jujur saya tidak terlalu update tentang dunia sepak bola. Saya hanya tahu sosok Bambang sebagai pemain sepak bola profesional yang beberapa kali sempat saya baca profil dirinya. Saya ingat sekali, seorang teman bernama Febrie Meuthia (Dikenal sebagai penggagas Inbox di SCTV dan penggemar sepak bola) lewat akun Twitter mention ke saya tentang sebuah akun bernama @bepe20 yang ternyata milik Bambang Pamungkas. ”Ini ada Bambang Pamungkas, kapan-kapan minta dia nulis di Rolling Stone Indonesia, tulisanya bagus” kata Febrie Meuthia kepada saya. Saya dan Bambang Pamungkas kemudian saling follow di Twitter. Lewat DM akhirnya saya dan Bambang Pamungkas bertukar nomor telepon. 

Promo yang diutarakan Febrie Meuthia membuat saya langsung tertarik dengan tulisan yang ditulis Bambang Pamungkas berjudul ”Terimakasih Pak Cholik.” Setelah saya baca artikel tersebut saya kaget. Pak Cholik, tokoh nyata dalam tulisan tersebut adalah tetangga saya di daerah Suruh. Dia seorang guru di SMP Negeri 1 Salatiga dan juga pelatih Sepakbola di SMP tempat Bambang Pamungkas sekolah. Dalam tulisan tersebut Bambang mengingat kisah saat dia duduk di kelas 1 SMP dan dipercaya Pak Cholik untuk menggantikan kakak kelas yang berhalangan hadir dalam sebuah turnamen sepak bola. Peristiwa itu mengubah pandangan banyak orang di SMP Negeri 1 Salatiga. Bambang, sosok bertubuh kecil itu ternyata menyimpan energi dan bakat luar biasa dalam sepak bola.
Bambang Pamungkas dalam website miliknya menulis dengan indah pada guru agama yang mempercayainya untuk menjadi pemain pengganti dalam laga Sepakbola antara SMP N 1 Salatiga ketika melawan Desa Suruh. ”Nama Pak Cholik akan selalu saya kenang sampai kapanpun, seorang guru yang tidak hanya memberi kesempatan dan peluang, akan tetapi juga sebuah kepercayaan kepada saya untuk menunjukkan kemampuan saya. Atas dasar rasa hormat saya kepada beliau, pada tahun 2002  saya mempersembahkan Jersey Tim Nasional Indonesia, yang saya pakai saat Final Piala Tiger 2002 di Jakarta (saat itu saya berhasil menjadi pencetak gol terbanyak). Seminggu setelah partai final tersebut, saya sempat sowan/berkunjung ke SMP Negeri 1 Salatiga dan memberikan kostum tim nasional tersebut secara langsung kepada beliau.”
Berikut ini adalah obrolan saya dengan si penggemar Paul Gascoigne, Kurniawan Dwi Julianto, serta Widodo Cahyono Putro ini. Sebuah kesempatan langka. Karena hal yang sangat susah untuk bisa mendapatkan akses interview dan foto khusus dengan Bambang Pamungkas. Banyak rekan dari media olah-raga yang tidak bisa mendapatkannya. ”Karena yang minta senior saya di SMA 1 Salatiga, saya tidak bisa menolak,” katanya sambil terkekeh sambil melirik istrinya, Tribuana Tungga Dewi.
Penyerang di Timnas paling senior di ajang piala AFF 2010 ini seorang family man bagi istri dan 3 anaknya. Dia juga penulis hebat yang mampu membangkitkan gelora nasionalisme lewat goresan artikel yang dia susun dengan baik. Kali ini dia bercerita khusus tentang hobi, karir, PSSI, Nurdin Halid, dan Liga Primer Indonesia (LPI).
Gelombang nasionalisme menggelora. Ajang sepakbola piala AFF 2010 berubah menjadi pesta rakyat yang bisa jadi paling akbar yang pernah terjadi dalam sejarah sepakbola tanah air. Nasionalisme yang mengemuka dan menjadi hal trendy bersaing dengan gelora perayaan Hari Kemerdekaan 17 Agustus.
Pertandingan demi pertandingan yang dimainkan Timnas dibawah asukan Alfred Riedl menjadi api yang membakar semangat jutaan pasang mata yang menyaksikan lewat Televisi atau ratusan ribu yang rela berdesakan hadir langsung ke Stadion Gelora Bung Karno. Nuansa merah dan putih bertebaran dimana-mana. Di jejaring sosial seperti Twitter dan Facebook menjadi ajang lempar segala macam argumen, prediksi, dan pujian kepada Timnas. Dari mulai Presiden, Mentri, pejabat, Artis, sampai rakyat kelas pinggiran bisa bersatu atas nama Sepakbola. Merasa perlu untuk tahu Sepakbola. Sudah lama euforia ini hilang.
Saat Indonesia dipastikan maju ke final melawan Malaysia gelora itu makin menyalak kencang. Indonesia Vs Malaysia. Sebuah duel yang tentunya membawa banyak sekali makna bagi rakyat di dua negara tersebut. Hubungan bilateral antara Indonesia dan Malaysia yang kerap ”panas” dengan berbagai kasus turut menggiring opini: inilah saatnya Indonesia ”melawan” Malaysia! Apalagi ketika tandang pertama Indonesia adalah ke Malaysia. Berbondong-bondong warga Indonesia rela terbang ke Stadion Bukit Djalil untuk menyaksikan laga tandang Indonesia melawan Malaysia.
Antusias masyarakat untuk membeli tiket pertandingan final makin menggebu. Mereka rela menginap antri untuk menyaksikan laga final. Namun seperti diketahui, PSSI kedodoran untuk menangani penjualan tiket laga final AFF di Stadion Gelora Bung Karno. Banyak protes bertebaran menyerang PSSI yang diaggap tidak mampu mengelola sistem ticketing sepak bola yang baik. Juga perihal harga tiket yang dianggap mahal.
Indonesia kemudian harus menyerah 0-3 melawan Malaysia. Insiden laser yang diarahkan ke pemain Indonesia menjadi topik hangat yang diperbincangkan. Berbagai hal mengemuka, dicari alasan kenapa Indonesia bisa kalah? Ditambah dengan pro dan kontra rangkaian kegiatan yang di agendakan PSSI kepada Timnas sebelum laga final tandang dengan Malaysia yang diaggap membuat banyak pihak menurunkan stamina Timnas.
PSSI seperti menjadi ”musuh” bersama rakyat Indonesia. Namun Timnas menjadi ”teman” baru bagi banyak jutaan rakyat Indonesia yang awalnya buta sepakbola. Sihir baru bernama sepak bola telah menghipnotis jutaan pasang mata di seluruh Indonesia. ”Ajang piala dunia saja tidak seheboh ini,” ujar seorang kawan.
Sosok-sosok pemain sepak bola termasuk pelatih yang tergabung dalam Timnas 2010 yang tadinya asing bagi jutaan orang di Indonesia berubah menjadi rockstar yang segala gerak gerik dan omongan mereka menjadi gunjingan. Kutipan-kutipan cantik mereka bertebaran di media massa yang ikut terkena demam gila sepak bola. Akun Twitter resmi pemain Sepakbola Timnas di follow ratusan ribu orang. Setiap update status mereka sudah pasti akan disambut ratusan reply atau RT.
Nama Alfred Riedl, Wolfgang Pikal, Widodo Cahyono Putro, Edy Harto, Markus Haris Maulana, Ferry Rotinsulu, Kurnia Meiga, Zulkifly Sukur, Beny Wahyudi, Yesayas desnam, Maman abdurahman, Muhammad Roby, Muhammad Nasuha, Tony Sucipto, Muhammad Ridwan, Okto Maniani, Ahmad Bustomi, Arif Suyono, Eka Rhamdani, Yongki Ariwibowo, Johan Juansyah menjadi idola baru. Dari anak kecil sampai dewasa jatuh hati dengan para pemain Timnas tersebut. Apalagi nama mencorong seperti Firman Utina, Irfan Bachdim, Christian Gonzales, serta yang paling senior yang bernama Bambang Pamungkas.
Bambang Pamungkas adalah pemain penyerang paling senior di Timnas 2010 asuhan Alfred Riedl ini. Sudah 86 kali dirinya memperkuat Timnas Indonesia. Pemain yang susah untuk ditangkap dan bahkan kerap menghindari media sejak 4 tahun terakhir ini ternyata menjadi ”humas” yang baik, bahkan sangat baik bagi rekan-rekan di Timnas bahkan bagi PSSI. Lewat website www.bambangpamungkas20.com dirinya menulis berbagai sudut pandang yang membuat siapa saja yang membaca akan tergerak semangat nasionalisme serta kecintaan kepada sepak bola dan juga ke Indonesia.
Tidak berlebihan jika pemain yang memiliki nomor keramat 20 di Jersey Timnas atau Persija menjadi juru bicara bagi Timnas yang berlaga di AFF 2010 lewat press conference resmi dari PSSI atau tulisan-tulisan atau update di Twitter dan Website pribadinya. Walau dirinya selama piala AFF 2010 ini lebih sering tampil di bangku cadangan namun popularitasnya tak surut.
Seolah rockstar yang selalu ditunggu kemunculannya diatas panggung menyanyikan anthem-anthem lagu kebesarannya. Bambang Pamungkas dalam setiap pertandingan selalu mendapat perhatian lebih. Baik saat di Persija atau di Timnas. Dia selalu berusaha tampil maksimal dalam tiap laga yang dia mainkan. Selalu bermain positif dan fair play. Jarang menunjukkan emosi tingkat tinggi yang kerap muncul di tengah pertandingan sepak bola. Bahkan dia pernah memeluk wasit yang memberinya kartu kuning.
Saat Piala AFF 2010 disela jadwal latihan yang sangat padat dan kunjungan ke banyak pihak Bambang Pamungkas masih sempat menulis di website miliknya. Anda yang ingin tahu detail soal apa saja tentang karir dan pandangan-pandangan seorang Bambang Pamungkas bisa menemukan lengkap di website miliknya. Rasanya isi website milik Bambang Pamungkas sudah saatnya ditungkan dalam sebuh buku.
Tulisan seperti ”Jangan Rengut Lambang Garuda Itu Dari Kami” ditulis Bambang Pamungkas untuk menjawab aksi pengacara David Tobing yang mempersoalkan lambang Garuda di dada Jearsey pemain Timnas (Tulisan tersebut dimuat juga di rubrik Soundwaves Rolling Stone Indonesia edisi Januari 2011). Atau tulisan penuh semangat optimisme di ”Indonesia Masih Bisa” ketika Timnas Indonesia kalah melawan Malaysia di Bukit Djalil. Bahkan ketika terpaksa gelar juara AFF dimenangkan Malaysia karena kalah akumulasi nilai dia masih bisa menulis dengan sangat bagus dengan membangkitkan semangat positif untuk semua pihak, sebuah goresan bartajuk ”Tetap Semangat Garudaku.”
Lewat Twitter, tulisan-tulisan tersebut kemudian dibaca oleh ribuan bahkan jutaan penggemar lama dan penggemar baru sepak bola. ”Sebut saya norak, saya kenal banyak rockstar paling top di negeri ini, tapi belum pernah saya bisa ngefans dan cinta mati ke pemain sepak bola seperti Bambang Pamungkas. Saya suka tulisan-tulisannya,” kata seorang teman yang tidak mau disebut namanya.
Bambang Pamungkas menulis dengan hati dan selalu berdasarkan pengalaman pribadi. Dalam berbagai kisah yang dia tuangkan selalu ada pesan yang tersirat. Semua dituangkan dengan apik dan epik. Tidak menggurui. Menjadi sebuah diary yang nyaman dibaca siapa saja.
Pada 15 Maret 2008, Bambang Pamungkas pernah membuat tulisan berani berjudul ”Ketua Umum PSSI”. Dalam tulisan tersebut Bambang menulis sosok Nurdin Halid sebagai ketua PSSI yang punya banyak pengalaman dalam hal sepakbola. Saat itu Nurdin Halid harus memimpin PSSI dari dalam penjara akibat kasus yang menimpanya. Menarik dalam tulisan tersebut, Bambang Pamungkas menulis: ”Saya sendiri yakin bahwa sikap ketua umum yang tetap bersikeras menjabat didasari oleh sesuatu yang baik, akan tetapi dengan mundur untuk sementara dan mencalonkan kembali suatu saat nanti jika masalah yang menimpa beliau telah selesai, terasa lebih bijaksana. Dan saya yakin Bapak Ketua Umum yang terhormat akan mampu dengan ihklas menerimanya.”
I.Piala AFF 2010
Apa evaluasi paling utama bagi Timnas setelah AFF 2010?
Sejujurnya, di dalam tim sendiri semuanya sudah berjalan dengan sangat baik dan lancar. Akan tetapi harus di akui, jika terlalui banyak gangguan dari luar yang sejujurnya malah membebani tim ini. Menurut saya, media massa terlalu berlebihan dalam memberitakan kami. Dan ketika sepakbola sudah masuk  ke dalam arena infotainment, maka hal tersebut menjadi sangat menggelikan.
Kesan Anda dengan laga ke 86 bersama Timnas di AFF?
Secara pribadi saya sangat bangga, karena sejujurnya tidak mudah untuk mencapai angka tersebut, dan akan selalu menjadi hal yang membanggakan dapat bermain buat Indonesia. Akan tetapi secara hasil memang cukup menyedihkan, karena saya harus kembali gagal mempersembahkan sesuatu untuk Bangsa ini.
Apakah Anda sudah maksimal tampil di AFF? Melihat Riedl kerap menjadikan Anda sebagai pemain cadangan?
Sejujurnya “TIDAK”, Karena saya tidak banyak mendapatkan waktu bermain di AFF Cup kemaren. Akan tetapi sebagai pemain profesional, saya selalu berusaha untuk menghormati keputusan pelatih. Saya selalu berusaha memberikan yang terbaik saat pelatih membutuhkan saya, dan saya rasa saya sudah melakukan itu di piala AFF yang lalu.
Anda juga dikenal luas publik Malaysia karena pernah lama bermain di Selangor FC. Bagaiman pendapat Anda tentang kemenangan Malaysia di Piala AFF 2010?
Walaupun hanya dua tahun saya bermain disana, akan tetapi sejujurnya dua tahun itu meninggalkan kesan yang cukup mendalam dalam diri saya. Selangor adalan raksasa di persepakbolaan Malaysia, dan saya mampu meraih semua gelar selama disana. Satu nilai plusnya adalah, saya mampu menghibur rekan-rekan sebangsa saya (TKI) yang tengah mencari nafkah di Malaysia. Saat itu, saya adalalah idola para TKI hehehe.
Siapa yang Anda lihat bakal memiliki karir gemilang di dunia Sepak Bola Indonesia dari Timnas di AFF 2010?
Tim ini banyak dihuni pemain-pemain muda, dan saya rasa mereka semua mempunyai masa depan yg sangat cerah. Jika saya harus menyebut satu nama, maka pilihan saya akan jatuh kepada Yongki Ariwibowo.
Apa pendapat Anda tentang Irfan Bachdim dan Cristian Gonzales di Piala AFF lalu?
Chistian Gonzales adalah pemain yang luar biasa di mata saya, sedang Irfan Bachdim adalah pemain muda yang mempunyai masa depan yang sangat cerah, mereka adalah aset bangsa ini.
Anda tidak masalah pemain berpengalaman seperti Anda hanya bermain sebagai pemain cadangan di Piala AFF?
Bagi saya pribadi, saya rasa semua pemain ingin menjadi pemain inti, begitu pula dengan diri saya. Akan tetapi ketika seorang pelatih sudah mengambil keputusan, maka setiap pemain harus menghormatinya, karena memang begitulah cara kerja orang-orang profesional.
AFF 2010 menjadi ajang tarik menarik kepentingan politik. Apakah sebelumnya Anda pernah mengalami Hal yang sama?
Sejauh apa yang saya tau dan ingat, saya rasa tidak pernah.
Sehari setelah pertandingan final Piala AFF 2010 dibuat acara pembubaran Timnas. Ketua umum PSSI, ketua BTN, manager tim dan pelatih kepala bergantian memberikan kesan dan pesan mereka masing-masing. Dari wakil Timnas Bambang Pamungkas dipilih untuk memberikan kesan dan pesan mewakili 23 pemain Timnas lain. Dalam website miliknya Bambang menulis apa yang dia ucapkan malam itu… “Secara pribadi maupun mewakili seluruh pemain, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pengurus dan juga staff pelatih atas kerja sama yg luar biasa selama piala AFF ini di gelar. Kenyataan memang terkadang tidak seindah apa yang kita bayangkan, akan tetapi setidaknya kita semua sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkannya. Kita memang belum mampu menjadi juara, akan tetapi semoga kita mampu memenangkan hati masyarakat Indonesia. Mohon maaf jika ada tersalah kata atau tindakan diantara kami semua, dan sekali lagi terima kasih.”
Interview lengkap dengan Bambang Pamungkas ada di Majalah Rolling Stone Indonesia. Edisi Februari 2011. No.70. Kover: Robert Plant (Led Zeppelin).

#Sabelov || @ery_bepe20