Senin, 02 November 2015

Bambang Pamungkas , Persija & Piala Jendral Sudirman ?

Pelatih Persija Jakarta untuk turnamen Piala Jenderal Sudirman, Bambang Nurdiansyah, mengatakan bahwa Emmanuel 'Pacho' Kenmogne akan bergabung dengan skuad Macan Kemayoran saat menjalani pemusatan latihan di Batu, Malang. Pemusatan latihan di Batu akan dimulai Selasa (3/11).


Itu setelah Persija menjalani latihan di Sawangan, Depok, di mana terakhir Senin (2/11). Ismed Sofyan dan Gunawan Dwi Cahyo menjadi di antara nama terakhir yang bergabung.
Sebanyak 24 pemain dijadwalkan terlibat dalam pemusatan latihan, termasuk Pacho. Selain itu juga Osas Saha, Mbida Messi, dan Raphael Maitimo. Pemusatan latihan di Batu rencananya diselenggarakan hingga sebelum bergulirnya Piala Presiden pada 14 November.

"Pacho akan datang nanti dan langsung ke Batu. Mbida Messi pun juga akan datang, begitu pun Osas Saha," jelas Bambang Nurdiansyah.

Banur, panggilan Bambang Nurdiansyah sendiri sudah memastikan bahwa Adixi Lenzivio dan Bambang Pamungkas tidak ikut serta.
Adixi absen membela Persija karena memperkuat tim DKI di Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional dan
" BAMBANG PAMUNGKAS TELAH IZIN UNTUK TIDAK BERGABUNG UNTUK MENGIKUTI PIALA JENDRAL SUDIRMAN "

Jumat, 11 September 2015

Catatan Gol Bambang Pamungkas Striker Kharismatik di ISL

Banyak orang menyangsikan kualitas permainan dan ketajaman seorang Bambang Pamungkas ketika usianya menginjak kepala tiga. Bepe ditengarai mulai kehilangan tajinya sebagai penyerang seiring bertambahnya usia.
Namun, hal tersebut bukan menjadi beban bagi pemain yang identik dengan nomor punggung 20 tersebut. Kendati pergerakannya sudah tidak selincah dulu, dengan intelegensia tinggi dan segudang pengalaman, Bambang justru menjadi semakin matang sebagai pesepak bola.
Selama penyelenggaraan Indonesia Super League (ISL) sejak musim 2008-2009 hingga 2015, pria kelahiran Getas ini sudah mengoleksi sebanyak 74 gol.
Catatan tersebut berada di urutan ke-5 daftar pencetak gol terbanyak ISL, di bawah Boaz Solossa (111), Cristian Gonzales (107), Beto Goncalves (97), dan Greg Nwokolo (79). Rekor 74 gol ditorehkan Bambang untuk 2 klub: Persija dan Pelita Bandung Raya (PBR).
Melalui tulisan ini, mari kita telaah lebih dalam catatan-catatan unik dan menarik dari rekor gol seorang Bambang Pamungkas.
***
Langganan Dua Digit
Sejak dimulai pada musim 2008-2009, ajang ISL telah digulirkan sebanyak tujuh kali, yang termasuk musim 2015 yang hanya berlangsung selama dua minggu. Dari total tujuh musim pergelaran ISL, Bambang turut berpartisipasi di enam musim. Ia sempat rehat di musim 2013 dengan alasan pribadi.
Kecuali di musim 2015 yang tidak selesai, Bepe selalu mencatat total gol dua digit, yang berarti 10 atau lebih gol di tiap musim yang ia ikuti. Berikut grafik torehan gol per musim Bambang di ISL.
Untuk seorang striker, di mana torehan gol merupakan penilaian utama, catatan yang dibuat Bambang masuk ke kategori ‘bagus’, meski belum dapat dikatakan ‘impresif’.

***
Getol membobol gawang Singo Edan
Di antara tim-tim yang gawangnya pernah dibobol, gawang Arema adalah yang paling sering menjadi korban keganasan seorang Bepe. Total, sudah delapan gol yang dijaringkan suami dari Tri Buana Tungga Dewi ini ke gawang tim Singo Edan.
Angka tersebut juga menjadi yang tertinggi bagi seorang pemain yang mencetak gol ke gawang Arema, di atas Boaz (7), Hilton Moreira (6), dan Keith Gumbs, dan Beto Goncalves (masing-masing 5).
Torehan hat-trick di ajang ISL 2015 pada 4 April 2015 menjadi yang terbanyak dicetakBambang Pamungkas ke gawang Arema di satu pertandingan. Sebelumnya di musim 2008-2009, Bepe juga sempat mencetak 2 gol saat menghadapi Arema.
Dari partisipasi di enam musim ISL, Bepe hanya absen membobol gawang Arema di musim 2014. Setelah Arema, tim yang sering menjadi korban Bepe adalah PSPS, PSMS, Persela, dan Sriwijaya FC, yang masing-masing pernah dibobol sebanyak lima kali.
***
Stadion Utama Gelora Bung Karno, tempat favorit Bepe
Dari puluhan stadion yang pernah menjadi tempat bermain Bepe selama ISL, Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) merupakan stadion di mana ia paling sering mencetak gol.
Hal ini bukan suatu kejutan mengingat Persija sebagai tim yang identik dengan Bepe memang bermarkas di stadion yang terletak di bilangan Senayan, Jakarta tersebut. Total, Bepe sudah mencetak 26 gol di SUGBK, dengan rincian 25 gol untuk Persija dan satu gol bersama PBR (ke gawang Persija).
Tidak heran jika Stadion Si Jalak Harupat, Soreang menjadi stadion kedua di mana Bepe sering mencetak gol. Jika di total, ada 9 gol yang dicetak Bepe di stadion yang menjadi markas Persib tersebut.
Rinciannya: lima gol untuk PBR, tiga gol untuk Persija, dan satu gol untuk Persib. Untuk Persib? Ya, satu gol bunuh diri dicetak Bepe saat membela PBR melawan Persib di Babak 8 Besar ISL 2014.
***
Markus Haris Maulana paling sering menjadi korban
74 gol yang ditorehkan Bepe di ajang ISL disarangkan ke gawang yang dijaga oleh 38 kiper berbeda. Diantara 38 kiper tersebut, gawang Markus Haris Maulana adalah yang paling sering dibobol oleh Bepe.
Total sudah enam gol yang disarangkan Bepe ke gawang Markus, dengan rincian tiga gol saat Markus membela PSMS Medan dan tiga gol ketika masih mengenakan seragam Persib.
Setelah Markus, kiper yang sering dibobol Bepe adalah Syamsidar dan Kurnia Meiga. Kedua kiper yang pernah menjaga gawang Tim Nasional Indonesia tersebut masing-masing dibobol empat kali oleh Bepe.
***
Panas di babak kedua
Jika dibagi per babak, Bepe lebih sering mencetak gol di babak kedua. Dari total 74 gol, 45 di antaranya (60%) diciptakan di babak kedua. Sisa 29 gol dicetak di babak pertama. Ini menandakan Bepe baru mulai ‘panas’ di babak kedua.

Jika lebih dirinci lagi menjadi interval per-15 menit, interval kedua babak kedua merupakan waktu favorit Bepe untuk mencetak gol. Total, ada 21 gol yang dicetak Bepe di antara menit ke-61 hingga menit ke-75.
***
Di antara 5 pemain tersubur era ISL, hanya Bepe dan Cristian Gonzales yang kemungkinan akan turun di ajang Piala Presiden mendatang. Mampukah Bepe sang striker kharismatik membuktikan bahwa produktivitasnya masih tinggi.

#Bepelovers20

Rataan Gol Bambang Pamungkas Ungguli CR7, Beda Tipis dengan Messi dan Rooney

Rataan gol internasional Wayne Rooney lebih baik dibanding Cristiano Ronaldo, namun masih kalah dibanding Lionel Messi.
Wayne Rooney memecahkan rekor gol sepanjang masa Timnas Inggris saat menghadapi Swiss pada laga lanjutan Grup E kualifikasi Piala Eropa 2016 di Stadion Wembley, Rabu  (9/9/2015) dini hari WIB. Prestasi ini membuat Roo merasa amat bangga.
Gol ke-50 Wayne Rooney bagi Timnas Inggris hadir di menit ke-84 melalui titik penalti. Sang striker Manchester United melampui rekor yang sebelumnya ditorehkan oleh legenda Sir Bobby Charlton.
Rooney mencetak 50 gol dari 107 pertandingan internasional di timnas Inggris yang ia jalani. Sementara itu Lionel Messi melesakan 49 gol dari 105 penampilan bersama Argentina. Di sisi lain, Cristiano Ronaldo membukukan 55 gol dari 122 laga bareng Portugal.
Jika bicara kuantitas, Ronaldo unggul dibanding Rooney dan Messi. Namun, jika dirata-rata dengan jumlah pertandingan yang dijalani masing-masing pertandingan, penyerang Real Madrid itu masih kalah dibanding kedua pesaingnya.
Rataan gol Ronaldo 0,45 per laga. Kalah dibanding Rooney dan Messi yang rataannya menembus 0,47 per laga. Messi jadi pesepak bola paling produktif sejagat saat ini karena jumlah pertandingan internasional yang dijalani lebih sedikit dibanding Rooney.
Menariknya, jumlah gol ketiga megabintang dunia tersebut beda tipis dengan jumlah koleksi striker Persija Jakarta, Bambang Pamungkas. Striker karismatik pelanggan Timnas Indonesia tersebut sepanjang karier internasionalnya bersama Tim Merah-Putih menyumbang 44 gol.
Rata-rata gol Bepe 0,46 lebih baik dibanding CR7, hanya kalah tipis oleh Messi serta Rooney. Sebenarnya Bambang Pamungkas masih punya peluang menyalip tiga penyerang top dunia tersebut andaikata ia tidak mundur dari skuat Timnas Indonesia pasca Piala AFF 2012.
Walau menginjak usia 35 tahun, striker pengguna nomor punggung 20 tersebut masih terlihat produktif hingga kini. Musim lalu, bomber kelahiran 10 Juni 1980 itu mengoleksi 10 gol saat membela Pelita Bandung Raya. Jika kompetisi Indonesia Super League 2015 tidak terhenti karena konflik PSSI dengan Kemenpora, Bepe masih terlihat menunjukan ketajaman.
Buktinya, saat tampil membela Persija kala meladeni Arema Cronus di laga pembuka kompetisi, Bambang Pamungkas mencetak hat-trick di pertandingan yang berkesudahan dengan skor 4-4.
Pelatih timnas Indonesia, Peter Huistra, sebenarnya mendaftarkan nama Bepe ke AFC sebagai bagian dari Tim Garuda di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2018. Akan tetapi, Indonesia harus menepi dari kualifikasi karena FIFA menjatuhkan sanksi pembekuan ke PSSI.
#BepeLovers20

Selasa, 25 Agustus 2015

Reaksi Fans Saat Bepe Kembali Gabung ke Skuad Persija


Kapten Persija Jakarta, Bambang Pamungkas, akhirnya kembali bergabung dengan skuad Macan Kemayoran saat berlatih di Lapangan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Sabtu (22/8) pagi WIB. Hal ini mengundang reaksi dari beberapa fans Persija.

Bambang Pamungkas atau yang lebih akrab disapa Bepe itu akhirnya kembali bergabung dengan Persija Jakarta. Bersama para pemain Macan Kemayoran lainnya, ia tampak berlatih di lapangan Mako Brimob pagi ini.
Padahal dalam sesi latihan sebelumnya, Bepe tidak tampak berlatih bersama skuad asuhan Rahmad Darmawan. Ia memutuskan untuk tidak bergabung dengan skuad Macan Kemayoran.
Baca juga: Bepe Akhirnya Kembali Gabung Skuad Persija
Namun tampaknya telah tercapai kesepakatan antara Bepe dan manajemen Persija sehingga mantan striker timnas Indonesia tersebut kembali berlatih dengan tim. Namun hingga saat ini belum ada penjelasan dari pemain dan manajemen tim terkait kesepakatan dengan sang pemain.
Hal ini membuat banyak fans Persija dan Bepe bereaksi di dunia maya, khususnya twitter. Banyak netizen yang bersyukur bisa melihat tim kesayangan dan ikon mereka kembali berlatih.
Berikut ini reaksi fans ketika Bepe kembali berlatih bersama Persija Jakarta.



285
SHARES



  1. Ery'eBepePamungkas! me-retweet •Bambang Pamungkas•
    Baca Nih Baca!!! Jangan Asal Kemakan Berita di Media...
    Ery'eBepePamungkas! menambahkan,

Minggu, 28 Juni 2015

" ALFIN BISA "

Penulis: bepe, 28 June 2015
 
Hari ini Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) akan kembali melakukan kegiatan solidaritas yang ditujukan untuk sesama pesepakbola di Indonesia. Bertempat di lapangan Simprug (Pertamina), kali ini untuk pemain Persija Jakarta, dan juga tim nasional Indonesia Alfin Tuadalamony.

Acara bertajuk "Alfin Bisa" ini adalah kelanjutan program #SolidaritasPesepakbola dari Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia. Sebelumnya kita juga pernah membuat acara solidaritas serupa untuk Almarhum Akli Fairuz dari Persiraja Banda Aceh.

Untuk acara solidaritas pesepakbola kali ini kita menggandeng produsen olahraga Specs, Munial Sport Group Management, dan juga Dompet Duafa. Tujuannya agar efek dari gerakan solidaritas ini menjadi lebih terasa, dan hasilnya juga menjadi lebih maksimal.

#SolidaritasPesepakbola sendiri adalah sebuah acara penggalangan dana yang dilakukan oleh para pesepakbola di Indonesia, dengan tujuan untuk membantu sesama rekan seprofesi yang kebetulan tengah mengalami kesulitan.

Saat ini sebenarnya banyak sekali pesepakbola yang tengah mengalami permasalahan ekonomi di negeri ini. Hal tersebut berkaitan dengan berhentinya segala aktifitas kompetisi di Indonesia.
Kami memilih Alfin Tuasalamony karena melihat kondisinya yang serba terbatas, dalam menjalani proses penyembuhan dari cedera serius yang menimpanya (patah kaki). Hal tersebut berkaitan dengan hak-haknya sebagai pesepakbola yang sampai saat ini belum diselesaikan oleh klubnya.
Terlebih lagi melihat kurangnya perhatian dari pihak-pihak yang seharusnya turut serta membantu, dan mengawal proses penyembuhan cederanya. Mengingat status Alfin sendiri selain sebagai pemain Persija Jakarta, adalah juga pemain tim nasional Indonesia.

Alfin adalah contoh nyata terlalu sibuknya para stakeholder sepakbola kita dalam berseteru memperjuangkan kepentingan masing-masing. Sehingga lupa, dan lalai terhadap salah satu aset masa depan sepakbola Indonesia yang dalam hal ini membutuhkan support, baik secara material maupun spiritual.



Gerakan ini adalah wujud nyata rasa solidaritas para pesepakbola kepada rekan seprofesi yang tengah mengalami musibah. Dahulu kita melakukan gerakan ini untuk Almarhum Akli Fairuz, kali ini untuk Alfin Tuasalamony. Kedepan tidak menutup kemungkinan kita akan melakukan gerakan serupa untuk pesepakbola lain yang sedang mengalami musibah.

Didasari dengan niat yang baik, semoga acara #SolidaritasPesepakbola sore ini diberikan kelancaran oleh Allah SWT, sehingga dapat memberikan dampak, dan juga hasil yang maksimal.

Akhir sekali, semoga acara ini juga dapat membuka hati mereka-mereka yang saat ini tengah berseteru, memperjuangkan apa yang bisa jadi sebenarnya tidak mereka pahami.

Selesai ...

Terima Kasih PSSI

Penulis: bepe, 17 June 2015
Sanksi administrasi yang diberikan Menpora kepada PSSI, membuat organisasi sepakbola tertinggi di Indonesia ini tidak lagi mampu untuk menjalankan roda kompetisi. Berhentinya liga mengakibatkan klub-klub kehilangan pemasukan. Imbasnya klub kesulitan untuk membayar gaji pesepak bola nya, dan para pesepak bola pun kehilangan mata pencaharian. 
Apakah ada yang salah dengan pernyataan tersebut diatas? sama sekali tidak, dan memang benar demikianlah adanya.
Namun ketika hilangnya penghasilan pesepak bola yang dijadingan alasan utama, agar pemerintah segera mencabut sanksi administratif yang telah dijatuhkan kepada PSSI, kok rasanya saya kurang sepaham. 
Pernyataan yang berisi, sanksi Menpora lah yang membuat kompetisi berhenti, sehingga klub-klub tidak lagi mampu membayar gaji para pesepak bola, tidaklah salah, hanya saja sedikit kurang pas. 
Mungkin lebih pas nya begini. "Tidak disanksi pemerintah sehingga kompetisi dapat berjalan normal saja, klub-klub masih sering kesulitan untuk membayar gaji pesepak bola, apalagi kok sekarang disanksi".
Secara pribadi saya merasa terharu melihat PSSI sebagai induk organisasi sepakbola tertinggi di Indonesia, saat ini begitu getol "memperjuangkan" hak-hak hidup para pesepak bola. Namun saya juga harus jujur, jika diantara rasa haru tersebut terselip pula rasa aneh, juga khawatir
Aneh dan khawatir karena apa? 
Aneh karena:
Bukankan federasi juga yang selama beberapa tahun terakhir ini melakukan"pembiaran" terhadap klub-klub yang dalam beberapa kesempatan menunggak hak-hak para pesepak bola nya?
Bukankah federasi juga yang selama ini memberikan "toleransi" kepada beberapa klub untuk dapat terus berkompetisi, padahal kewajiban klub tersebut terhadap pesepak bola nya belum selesai?
Khawatir karena:
Jangan-jangan ketika nantinya perjuangan mengatasnamakan hak-hak pesepak bola ini berhasil, federasi lupa terhadap esensi dari apa yang mereka perjuangkan saat ini.
Jangan-jangan ketika nantinya sanksi itu benar-benar dicabut, sehingga PSSI kembali aktif dan dapat menggelar kompetisi, hak-hak pesepak bola dalam perjalanannya tetap saja tidak terlindungi.
Kekhawatiran yang saya pikir wajar, mengingat sebagai wakil presiden Asosiasi Pesepak bola Profesional Indonesia (APPI), saya tentu ingat betul bagaimana perjalanan para pesepak bola Indonesia dalam memperjuangkan hak-haknya. Hal tersebut yang membuat saya begitu berhati-hati dalam menyikapi konflik yang terjadi saat ini.
Bagaimana saya dapat serta-merta sepaham dengan "perjuangan" federasi yang mengatasnamakan penderitaan pesepak bola, wong selama ini kami jelas-jelas berhadapan dengan "mereka" dalam memperjuangkan hak-hak para pesepak bola profesional di Indonesia.
Sekali lagi saya sampaikan, jika saya tidak sedang dalam posisi untuk bersepaham dengan pihak manapun. Saya hanya ingin mengingatkan, bahwasanya dasar dari apa yang diperjuangkan oleh klub dan federasi saat ini, memiliki konsekuensi pertanggungjawaban yang tidak ringan.
Jika klub dan federasi paham betul dengan apa yang sedang mereka perjuangkan, maka sejatinya mereka juga harus siap, dan rela untuk melakukan instropeksi kedalam jajaran mereka sendiri. 
Artinya jika nantinya perjuangan mengatasnamakan hak hidup orang banyak (pesepak bola) ini berhasil, maka hal-hal yang bertentangan dengan apa yang saat ini sedang mereka perjuangkan, dimasa yang akan datang tidak boleh terjadi lagi.
Aturan mengenai verifikasi peserta kompetisi mau tidak mau harus benar-benar ditegakkan. Tidak boleh lagi ada toleransi, atau perlindungan kepada klub-klub yang menunggak gaji pesepak bola nya. Tidak ada lagi tindakan "menutup mata" atau bahkan "intimidasi" kepada para pesepak bola yang memperjuangkan hak-haknya.
Serta satu hal lagi, pengakuan terhadap asosiasi pesepak bola profesional di Indonesia. Mengapa? karena pada akhirnya toh kita sepaham (setidaknya untuk saat ini) jika hak-hak para pesepak bola memang harus dilindungi. 
Jika federasi tidak mampu melakukan apa yang tersebut diatas. Maka jangan salahkan masyarakat, jika pada akhirnya melihat PSSI sebagai sebuah organisasi yang hanya memanfaatkan "amanat penderitaan pesepak bola" sebagai alat bargaining untuk menyelamatkan organisasi.
Mengapa demikian? Karena saat ini banyak sekali suara-suara sumbang diluar sana yang bertanya-tanya, kemana saja klub dan federasi saat pesepakbola "kleleran" memperjuangkan hak-haknya, kok tiba-tiba saat ini berjuang agar sanksi dicabut, dengan dalih sanksi membuat para pesepakbola kehilangan penghasilan?
Sebuah pertanyaan yang saya pikir hanya dapat mereka jawab dengan perbaikan kedalam, dan bukti kinerja positif, serta lebih profesional dimasa yang akan datang. 
Semoga klub dan federasi paham betul dengan konsekuensi dari apa yang mendasari perjuangan mereka saat ini. Sehingga kedepan tata kelola persepakbolaan kita menjadi lebih baik, serta lebih profesional dalam segala hal. Agar cabang olahraga yang paling digemari di republik ini, mampu memberikan prestasi yang dapat dibanggakan.
Jika hal tersebut benar-benar terjadi, maka secara pribadi saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PSSI.
Selesai....
#salamBepelovers20

Bambang Pamungkas dkk Gelar Laga Amal Bertajuk " ALFIN BISA "

Di saat federasi sepak bola Indonesia PSSI sibuk berseteru dengan Kemenpora, nasib para pesepak bola yang butuh uluran tangan pun tak terjangkau. Klub yang semula mengontraknya pun acuh tak acuh.
Kondisi demikian dialami Alfin Tuasalamony, pemain Persija Jakarta yang tengah membutuhkan biaya operasi patah kaki akibat kecelakaan.
Manajemen tim hanya menggelontorkan dana sebesar Rp 5 juta, sementara total biaya operasi yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp 300 juta.
Keprihatinan justru datang dari para pelaku sepak bola itu sendiri. Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) bersama Specs dan Dompet Dhuafa menggagas laga amal untuk mengumpulkan dana tambahan bagi Alfin.
Laga amal ini bakal dikemas melalui format turnamen segitiga bertajuk "Trofeo Charity Matches Alfin Bisa". Sebanyak tiga tim peserta yang tergabung dalam APPI All Stars, Dompet Dhuafa All Stars, dan Specs All Stars bakal bertanding pada Minggu (28//2015). Panitia penyelenggara masih mengurus izin penggunaan salah satu lapangan di Jakarta.
"Acara Alfin Bisa ini adalah kelanjutan program solidaritas pesepak bola dari APPI. Sebelumnya kami pernah membuat acara solidaritas serupa untuk Almarhum Akli Fairuz dari Persiraja," kata Bambang Pamungkas selaku Wakil Presiden APPI.

Kali ini APPI menggandeng Specs dan Dompet Duafa untuk memperluas jaringan demi mencapai dana maksimal. Ini merupakan wujud nyata solidaritas para pesepak bola kepada rekan seprofesi yang tengah mengalami musibah.
Kondisi keuangan Alfin cukup memprihatinkan mengingat haknya selama kurang dari empat bulan belum dibayarkan Persija. Manajemen pimpinan Ferry Paulus itu hanya mampu membayarkan 30 persen gaji dari sebulan gaji.
"Kami melihat kondisi Alfin yang serba terbatas dalam menjalani proses penyembuhan. Terlebih lagi kurangnya perhatian dari pihak-pihak yang seharusnya turut membantu dan mengawal proses penyembuhan. Mengingat status Alfin adalah pemain tim nasional," ujar Bepe, sapaan akrab Bambang Pamungkas.
Kapten Macan Kemayoran itu juga menegaskan, kondisi memprihatinkan yang dialami Alfin menjadi bukti nyata kesibukan para pejabat sepak bola Tanah Air (PSSI dan Kemenpora) yang lebih mementingkan perebutan kekuasaan.

#salamBepelovers20